Memoar |
||||
![]() |
||||
![]() |
Meskipun
Pak SP menyebut tempatnya itu sebagai "Villa Peristirahatan", nyaris setengah
dari HI-90ers tidak berpendapat sama dengan SP. Meskipun begitu, mereka cukup menikmati
acara tersebut, yang diselingi oleh acara mancing bersama, baik oleh mereka yang
memang hobi mancing, baru belajar mancing, dan yang membual bisa memancing. Namun sayang,
entah karena yang punya "villa" pelit atau memang ikan-ikannya yang nggak rela
dipancing, tak seorangpun dari HI-90ers yang mendapatkan ikan pada saat itu. |
|||
Wajah-wajah ceria (dan kedinginan) berpose menatap kamera dengan ceria,
ketika para pemilik Wajah itu sedang berpiknik ke "Villa" salah seorang dosen.
Dosen itu - sebut saja SP- mengajak para HI-90ers ke rumahnya di Garut untuk sekedar
melepas penat dan kebosanan, sambil diiming-imingi untuk mancing. Piknik ini merupakan
piknik yang nyaris terlengkap diikuti oleh para HI-90, selain dari acara-acara perkuliahan
yang (selalu) membosankan. Gambar ini diambil ketika para HI-90ers dan Pak Dosen (baris
depan paling kanan pake Baju Penjahat Unyil) sedang menunggu hidangan (yang ternyata cuma
Ikan bakar, sambel, dan nasi) yang disajikan cukup lama. |
![]() |
|||
Ketika saat pulang tiba, terjadilah suatu musibah yang terkenal dengan nama Tragedi Garut, dimana bus ber-AC eks KTT yang membawa para HI-90ers tercebur ke sawah. Hal ini diakibatkan karena supirnya rada mabok, memundurkan kendaraannya sekencangnya tanpa mempedulikan teriakan sang kernet.... sehingga terperosoklah bis tersebut ke sawah. Dan karena terancam tidak bisa pulang, maka para Hi-90ers cowok dengan rela setengah terpaksa menceburkan diri mereka ke sawah untuk mendorong bus tersebut. Kejadian ini sungguhlah mengharukan dan menggelikan karena itulah kali pertama masuk ke sawah bagi sebagian besar cowok-cowok tersebut. Meskipun sudah berusaha keras, dan berkotor-kotor bersimbah di kubangan, tampaknya usaha para HI-90ers untuk mendorong bus tersebut tidak berhasil, meskipun sudah berusaha dibantu dengan ditarik oleh sebuah truk beras. Bus baru bisa naik ke jalan menjelang magrib ketika Si Sopir Mabok berhasil mendatangkan mobil derek dari kota Garut. Dan sambil mengomel panjang pendek, para HI-90ers masuk ke dalam bus dan pulang kembali ke Bandung....... |
||||
Garut, April 1993 Sumpena's Tours & Travel Photos owned by Asti |
||||
Copyright (c) 2000 PT. MSP Design Any Comment and Suggestion please email to : webmaster |